Yogyakarta Art Book Fair 2026: Titik Temu Para Pegiat Penerbitan Artistik

Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) 2026 resmi dibuka, Jumat, 8 Mei 2026, di Langgeng Art Space, Yogyakarta, menandai dimulainya perhelatan tiga hari yang merayakan praktik penerbitan mandiri dari Indonesia hingga mancanegara.

Diselenggarakan pada 810 Mei 2026, YKABF kembali menghadirkan ruang temu bagi seniman, penerbit, desainer, dan pelaku kreatif dalam satu ekosistem yang kolaboratif dan terbuka.

Sejak hari pertama, YKABF 2026 langsung dipadati pengunjung yang antusias menjelajahi berbagai booth exhibitor serta mengikuti rangkaian program publik yang telah dikurasi. Atmosfer yang hangat dan interaktif mencerminkan semangat YKABF sebagai ruang pertukaran ide, praktik, dan eksplorasi material melalui art book dan zine.

Rangkaian program di hari pertama menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari special showcase, workshop, hingga diskusi dan peluncuran buku. Salah satu highlight adalah Special Showcase: Junk Hunting bersama Ika Vantiani dan Palka Kreatif, yang membuka percakapan tentang praktik pengarsipan dan eksplorasi material dalam penerbitan independen. Program lain seperti workshop Lingo Gado-Gado, diskusi buku “Mentaok: Kolonialisme, Kapitalisme, dan Perubahan”, hingga peluncuran buku The Butterfly Encounter turut memperkaya dinamika hari pembukaan.

Menutup hari pertama, sesi percakapan Accommodating Design Accommodatively serta Special Showcase: Journal Date menghadirkan ruang refleksi yang lebih intim antara pembicara dan audiens, memperkuat karakter YKABF sebagai platform yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga membuka proses di baliknya.

“YKABF kami bayangkan sebagai ruang yang hidup, bukan hanya tempat bertemu, tetapi tempat bertukar dan berkembang bersama. Melihat antusiasme di hari pertama ini, kami merasa energi kolektif itu benar-benar terasa, ujar Syafiatudina, perwakilan YKABF, dalam keterangan pers yang diterima After7PM.com.

Sementara itu, Ika Vantiani, kolaborator Special Showcase YKABF 2026 turut menyoroti pentingnya ruang seperti YKABF 2026 dalam praktik kreatif saat ini, “Yang menarik dari praktik penerbitan mandiri adalah tawaran keleluasaan ruang untuk berproses. Ruang yang memberi motivasi untuk menikmati baik kegagalan maupun kesuksesan sebagai bagian dari perjalanan kreatif itu sendiri. Dalam konteks ini, praktik berbasis cetak menjadi semakin penting hari ini, terlebih di tengah perkembangan AI, karena ia tetap menyimpan pengalaman yang personal, material, dan manusiawi yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi digital.” 

Selama tiga hari penyelenggaraan, YKABF 2026 menghadirkan rangkaian program yang beragam, mulai dari masterclass, workshop, presentasi, hingga diskusi lintas disiplin yang  melibatkan praktisi dari berbagai latar belakang dan negara. Dengan menghadirkan puluhan exhibitor terkurasi, YKABF 2026 membuka ruang bagi publik untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat, sekaligus memahami praktik penerbitan sebagai bagian dari produksi pengetahuan kontemporer.

Memasuki hari kedua dan ketiga, YKABF 2026 akan menghadirkan sejumlah program unggulan yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya kehadiran Pixie Tan (Singapura) melalui sesi presentasi dan workshop yang mengeksplorasi praktik publikasi kolaboratif, serta Shaqina Alfisyah yang akan membawakan pendekatan reflektif dalam melihat praktik kreatif. Selain itu, Anak Singa Studio juga akan hadir dengan sesi yang mengangkat pengembangan ide dan praktik kreatif dalam konteks industri mandiri.

YKABF 2026 masih berlangsung hingga 10 Mei 2026 di Langgeng Art Space, Yogyakarta, dan terbuka untuk umum. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perayaan ini. Hadir langsung dan dapatkan tiketmu melalui linktr.ee/ykabf. Akan ada juga berbagai hadiah menarik bagi pengunjung yang beruntung selama acara berlangsung.

Tentang Yogyakarta Art Book Fair (YKABF)

Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) merupakan platform penerbitan artistik yang mempertemukan seniman, penerbit, desainer, dan pelaku budaya dalam satu ekosistem kolaboratif. Melalui pameran dan program publik, YKABF mengeksplorasi art book dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan dan praktik kreatif kontemporer.

Memasuki tahun ketiganya, YKABF terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, setelah pada dua edisi sebelumnya berhasil menjembatani pelaku industri dan audiens dengan menjangkau lebih dari 2.000 pengunjung. Dengan semangat kolaborasi lintas disiplin dan lintas geografis, YKABF menghadirkan pertemuan antara praktik lokal dan internasional, sebagai simbol dari ekosistem kreatif yang terbuka dan tanpa batas.

0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x